Assalamu'alaikum warohmatullohi wabarokatu,
akhi dan ukhti fiillah..
Untuk apa kita sombong?
Manusia terbuat dari tanah, dan akan kembali kepada tanah dan menjadi tanah yang bau dan busuk.
Masih pantaskah kita mendongkakkan kapala, menjadi manusia yang angkuh, saling menghina satu sama lain, dan tidak bisa menghargai hak hak orang lain..
naudzubillah..
Untuk apa kita sombong?
Atas jabatan yang disandang?
Atas kecerdasan yang dimiliki?
Atas kecantikan yang mumpuni?
Atas kekuasaan yang dipegang?
Atas tubuh yang sempurna?
Apa kau lupa?
Semua itu hanyalah titipan Illahi Rabbi..
Sebagai ujian yang diberikan kepada setiapa manusia untuk menentukan kehidupannya yang hakiki di akhirat nanti..
Untuk apa kita sombong?
Jika kau kaya, masih ada Dzat yang lebih kaya dan bahkan terkaya, yang kekayaannya melebihi tinnginya gunung, dalamnya lautan, luasnya langit dan seluruh alam.
Jika kau cerdas, Bukankah masih ada Dzat yang lebih cerdas yang kemampuaanya melebihi batas.
Jika kau berkuasa, masih ada Dzat yang lebih berkuasa, bahkan Ia pun berkuasa atas kekuasaanmu, keluargamu, sanak saudaramu, kerabat karibmu, dan dirimu sendiri
Jika kau cantik, Apa kau lupa? Masih ada Dzat yang lebih cantik, lebih indah, bahkan terindah..
Yang keindahan dan kecantikannya melebihi dunia dan seluruh isinya..
Jika tubuhmu sempurna, Masih ada Dzat yang lebih sempurna yang tidak pernah dan tidak akan pernah tertandingi..
MASIH PANTASKAH KITA UNTUK SOMBONG???
terus memperbaiki diri dan berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam segala hal, karena sejatinya hidup adalah belajar.. belajar untuk terus berkarya dan menjalani hidup sebaik-baiknya
Sabtu, 25 April 2015
Jumat, 24 April 2015
SEPERTI AKU MENGAGUMI PELANGI
Tawamu yang menghiasi hariku
Senyummu yang selalu menyapaku
Tatapan matamu yang menggetarkan hatiku
Dan kata-kata yang keluar dari mulutmu
Terluluh lantahkanlah diriku karena itu
Kau bagaikan pelangi
Yang selalu hadir bersama sang mentari
Kau bagai bintang, bersinar terang dalam kegelapan
Aku mengagumimu
Seperti aku mengagumi indahnya pelangi
Gemerlapnya bintang
Tak ingin melepas pandanganku
Walau berulang kali aku melihatnya
Kau adalah sosok yang sempurna untukku
Kau yang cemerlang
Kau yang tahu banyak hal
Sedangkan aku hanya seorang gadis biasa
Karena itu aku takut
Aku takut tak bisa bersanding denganmu
Aku takut tak bisa melihat pelangi setelah hujan
Itu berarti aku takkan melihat keindahannya lagi
Aku takut tak bertemu dengan bintang
Dan duniaku akan kembali dalam kegelapan
Karena Aku Mencintaimu
Mungkin kau bertanya kenapa?
Kenapa aku berubah?
Kenapa aku selalu diam, menghindar, dan pergi..
Iya, inilah caraku mencintaimu, kau bisa bilang ini aneh, Tapi inilah sebenarnya..
Aku diam padamu karena aku takut jika dekat denganmu iman kita jatuh kedalam kemaksiatan,
Aku menjauh darimu bukan berarti aku tak ingin dekat. Aku dan kamu tak perlu dekat sebelum disatukan. Biar do'a-do'a kita saja yang mendekat. Merayu-rayu padaNya agar disatukan
Aku pergi darimu bukan berarti aku benci, namun inilah caraku mencintaimu.
Aku memdekat dulu padaNya, aku percaya.. jika memang kita ditakdirkan untuk bersatu, kita akan bertemu dengan caraNya..
Karena INILAH CARAKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH :')
Kenapa aku berubah?
Kenapa aku selalu diam, menghindar, dan pergi..
Iya, inilah caraku mencintaimu, kau bisa bilang ini aneh, Tapi inilah sebenarnya..
Aku diam padamu karena aku takut jika dekat denganmu iman kita jatuh kedalam kemaksiatan,
Aku menjauh darimu bukan berarti aku tak ingin dekat. Aku dan kamu tak perlu dekat sebelum disatukan. Biar do'a-do'a kita saja yang mendekat. Merayu-rayu padaNya agar disatukan
Aku pergi darimu bukan berarti aku benci, namun inilah caraku mencintaimu.
Aku memdekat dulu padaNya, aku percaya.. jika memang kita ditakdirkan untuk bersatu, kita akan bertemu dengan caraNya..
Karena INILAH CARAKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH :')
Langganan:
Postingan (Atom)