KATA PENGANTAR
Assalamualaikum wr wb.
Puji syukur kehadirat Allah
SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat sehingga kita bisa melaksanakan
kegiatan penelitian ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga senantiasa
tercurahkan kepada jungjungan alam Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabatnya,
serta para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemenuhan kebutuhan tugas
biologi. Jenis tugas yang diberikan adalah pengamatan tentang Pertumbuhan dan
Perkembangan tanaman kacang hijau. Metode penugasan yang diberikan adalah
menyusun Laporan Penelitian Tentang Pengaruh Air Terhadap Pertumbuhan Kacang
Hijau. Disamping untuk pemenuhan tugas, kami juga
ingin membuktikan bahwa pertumbuhan tanaman kacang hijau bisa dipengaruhi oleh
beberapa faktor, yaitu kualitas air, kuantitas air, medium/media tanam, terang
redupnya cahaya, dan lain-lain. Nah, disini kami memilih faktor
kualitas air yang bisa mempengaruhi pertumbuahan tanaman kacang hijau. Sehingga
kami memberikan judul laporan penelitian ini “Percobaan Pengaruh Kualitas Air
Terhadap Tanaman Kacang Hijau”
Semoga Laporan
ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir) dalam mengambil
suatu putusan pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan
sebagai bagian hidup yang integratif. Kritik dan saran perbaikan sangat kami
harapkan demi kelengkapan dan penyempurnaan
tugas kelompok ini.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Beraneka ragam unsur dapat ditemukan dalam tumbuhan,
tetapi tidak berarti bahwa seluruh unsur-unsur tersebut dibutuhkan tumbuhan
untuk kelangsungan hidupnya. Beberapa unsur yang ditemukan di dalam tubuh
tumbuhan malah dapat mengganggu metabolisme atau meracuni tumbuhan.
Diantara unsur-unsur yang mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman, ada suatu hal
yang paling penting, yaitu air. Air merupakan unsur utama dalam pertumbuhan
tanaman. Tanpa air, tumbuhan tidak akan bisa bertahan hidup. Oleh sebab itu,
kami ingin mengetahui dampak macam-macam air terhadap pertumbuhan tanaman.
1.2 RUMUSAN MASALAH
- Bagaimana pengaruh air ledeng terhadap pertumbuhan kacang hijau?
- Bagaimana pengaruh air teh terhadap pertumbuhan kacang hijau?
- Bagaimana pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan kacang hijau?
- Bagaimana pengaruh air sabun terhadap pertumbuhan kacang hijau?
1.3 TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui pengaruh air ledeng, air teh, air
cucian beras, dan air sabun terhadap pertumbuhan kacang hijau
BAB II
KAJIAN TEORI
2.1 KAJIAN TEORI
Tumbuhan memerlukan cahaya matahari sebagai sumber
energi untuk melakukan fotosintesis. Namun, untuk mensintesis bahan organik,
tumbuhan juga memerlukan bahan mentah dalam bentuk bahan-bahan anorganik
seperti karbondioksida, air dan berbagai mineral yang ada sebagai ion anorganik
dalam tanah.
Di samping karbondioksida dan air, tumbuhan masih
memerlukan zat-zat lain. Misalnya, untuk pembentukan protein dan asam nukleat
tumbuhan memerlukan nitrogen dan fosfor. Magnesium diperlukan untuk pembentukan
molekul chlorophyl. Sejumlah unsur lainnya diperlukan oleh setiap tumbuhan.
Semua unsur ini diperoleh tumbuhan dari air tanah dalam bentuk kimia larutan
senyawa. Oleh karena mineral terus menerus dipakai untuk aktivitas sintesis
dalam metabolisme suatu tumbuhan, maka mineral dalam rambut akar konsentrasinya
lebih rendah daripada konsentrasi mineral dalam air di sekelilingnya. Oleh
sebab itu biasanya mineral masuk ke dalam rambut akar secara difusi.
Ada dua kriteria utama untuk menentukan esensial atau
tidaknya suatu unsur dalam tumbuhan. Pertama, suatu unsur disebut esensial jika
tumbuhan tidak mampu menyempurnakan daur hidupnya tanpa unsur tersebut. Kedua,
suatu unsur adalah esensial jika unsur tersebut menjadi bagian dari molekul
atau kandungan tumbuhan yang esensial bagi tumbuhan itu.
Suatu
unsur kimia tertentu dianggap sebagai suatu nutrien esensial jika nutrien
tersebut diperlukan agar suatu tumbuhan dapat tumbuh dari suatu biji dan
menyelesaikan siklus kehidupannya. Unsur yang diperlukan oelh tumbuhan dalam
jumlah yang relatif besar disebut makronutrien. Terdapat sembilan makronutrien,
yang meliputi enam unsur penyususn utama senyawa organik : karbon, oksigen,
hidrogen, sulfur dan fosfor. Tiga makronutrien lainnya adalah kalium, kalsium
dan magnesium. Unsur-unsur yang diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit
disebut mikronutrien. Kedelapan mikronutrien tersebut adalah besi, klorida,
tembaga, mangan, seng, molibdenum, boron, dan nikel.
Disamping
unsur esensial ini beberapa spesies membutuhkan unsur lain, selama bertahun-
tahun terbukti bahan natrium dibutuhkan paling tidak menguntungkan spesies
padang pasir seperti Atriplek vesicaria. Pada tahun 1945 Harmer dan
Benne menyusun spesies tumbuhan kedalam beberapa kelompok berdasarkan tanggapannya
terhadap natrium yang diberikan bersama kalium, dalam jumlah cukup atau tidak
cukup. Jelas dari hasilya bahwa kalium dalam jumlah tertentu dibutuhkan oleh
semua spesies, dan tidak dapat digantikan oleh natrium, tapi tidak terbukti
bahwa natrium adalah unsur esensial. Peran utamanya adalah menggantikan
sebagian kalium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan maksimum.
Natrium bukanlah termasuk mikrohara dan bukan juga
termasuk unsur esensial, tetapi apabila natrium itu berada dalam jumlah yang
sedikit maka dapat dikatakan sebagai unsur esensial bagi tumbuhan. Diketahui
bahwa bagian yang paling aktif dalam penyerapan garam bukan bagian rambut akar
pada tanaman tersebut melainkan darah perpanjangan sel tepatnya dibagian ujung
akar. Dimana agar garam – garam mineral dapat diagkut dengan mudah ke sistem
pucuk maka ion diserap oleh akar dari larutan tanah yang mana itu harus
melintasi kotek dan xylem dahulu.
Terdapat sejumlah unsur lain yang dapat mempengaruhi
pertumbuhan dan perkembangan tanaman, walaupun tidak dapat dikategorikan ke
dalam unsur esensial. Unsur ini diketahui berfungsi secara parsial sebagai
suatu unsur esensial dalam tanaman dan disebut unsur benefesial. Marscher
mengusulkan unsur-unsur yang termasuk dalam kelompok ini antara lain: Na, Si,
Co, Ni, Se (selenium), dan Al (aluminium). Sementara itu, Basiouny mengusulkan
Vanadium (V).
2.2 HIPOTESIS
Adanya Pengaruh air ledeng, air beras, air garam, dan air sabunterhadap
pertumbuhan kacang hijau.
2.3 VARIABEL
-
Bebas
: Air
-
Terkait
: Pertumbuhan Biji Kacang Hijau
-
Kontrol
: Cahaya, Suhu, Tanah, dll
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 ALAT DAN BAHAN
ALAT
- Kacang Hijau
- Kapas
- Pot Kecil
- Mistar Pengukur
BAHAN
- Kacang Hijau
- Air ledeng
- Air teh
- Air beras
- Air sabun
3.2 CARA KERJA
1. Siapkan 4 buah pot kecil yang masing-masing telah
diisi dengan kapas basah
2. Letakkan biji kacang hijau di atas masing-masing
kapas
4. Beri tanda masing-masing pot dengan huruf A, B, C,
dan D
5. masing-masing pot di siram satu kali sehari dengan
rincian, pot A disiram dengan air ledeng, pot B di siram dengan air teh, pot C
di siram dengan air beras, dan pot D di siram dengan air sabun.
6. Lakukan pengamatan selama 7 hari
7. lakukan pengukuran panjang batang tanaman kacang
hijau setiap hari
BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN
4.1 HASIL PENGAMATAN
4.2 GRAFIK TINGGI TANAMAN
4.3 PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil
pengamatan yang dilakuka terhadap kacang hijau yang disirami dengan berbagai
macam jenis air, dapat di ketahui bahwa tiap jenis air yang berbeda, akan
berbeda pula pengaruhnya terhadap tumbuhan. Hal ini terlihat jelas pada tinggi
batang yang berbeda-beda tiap jenis airnya.
- Air ledeng
Dari hasil pengamatan ini, dapat diketahui bahwa air
ledenglah yang sangat baik untuk pertumbuhan kacang hijau. Karena dapat
diketahui bahwa air Air (H2O) adalah cairan jernih,tidak
berwarna,tidak berasa,tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan
manusia,hewan dan tumbuhan,yang secara kimiawi air terbentuk dari Hidrogen dan
Oksigen untuk membantu pertumbuhan biji kacang hiaju.
2.
Air beras
Dari hasil percobaan yang dilakukan, terbuktu air
beras juga berpengaruh terhadap tumbuhnya biji kacang hijau. Berbeda dari air
garam dan air teh, kacang hijau yang di sirami air beras setiap harinya bisa
tumbuh walaupun tingginya masih lebih rendah di bandingkan tanaman yang
disirami air ledeng. Pertambahan tinggi tanaman pada kacang hiaju ini di
karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi.
Karbohidrat bisa jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberelin. Dua
jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat perangsang tumbuh (ZPT) buatan.
Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan pucuk
dan kemunculan tunas baru seperti pertambahan jumlah daun sedangkan giberelin
berguna untuk merangsang pertumbuhan Akar
3.
Air Sabun
Setelah melakukan percobaan diatas, kami dapat
menyimpulkan bahwa air sabunjuga menghambat pertumbuhan kacang hijau. Sama
seperti air garam, air sabunmengandung senyawa-senyawa kimia yang meresap ke
dalam tumbuhan sehingga biji kacang hijau tidak mengalami pertumbuhan. Sabun
mengandung Natrium Perborat, pewangi, pelembut, Naturium Silikat, penstabil,
enzim, dan zat lainnya agar fungsinya semakin beragam. Tapi diantara zat-zat
tersebut ada yang tak bisa dihancurkan/dilarutkan oleh mikroorganisme sehingga
otomatis menyebabkan pencemaran lingkungan. Apabila air yang mengandung sabun dibuang
ke dalam tanah, maka kualitas kesuburan tanah yang mengakibatkan tanaman serta
hidupan tanah termasuk cacing mati. sehingga tanaman yang disirami dengan air
kacang hijau pun akan mati.
BAB V
PENUTUP
5.1 KESIMPULAN
- Semua Makhluk hidup membutuhkan air
- Suatu kandungan/unsur yang yang berbeda di dalam air, akan berdampak beda pula terhadap pertumbuhan tanaman
- Suatu unsur disebut esensial jika tumbuhan itu tidak mampu menyempurnakan daur hidupnya tanpa unsur tersebut dan jika unsur tersebut menjadi bagian dari molekul atau kandungan tumbuhan yang esensial bagi tumbuhan itu.
5.2 SARAN
Berdasarkan pengalaman dari percobaan yang kami lakukan, bahwa hendaknya kita
tidak sembarangan dalam memberikan air kepada tanaman-tanaman, karena tanaman
pun sama halnya seperti manusia yang akan keracunan bila di beri sembarang
makanan. Maka dari itu marilah kita saling menjaga baik sesama manusia maupun
sesame makhluk hidup
DAFTAR PUSTAKA
Campbell, NA., Reece, JB., Mitchell, LG., 2002. Biologi
jilid II edisi ke lima. Erlanga. Jakarta
Firdaus L.N., Sri Wulandari, Yusnida Bey. 2006. Fisiologi
Tumbuhan. Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Riau. Pekanbaru.
Loveless, R.A. 1987. Prinsip-prinsip biologi
tumbuhan untuk daerah tropik, Gramedia Jakarta
Salisbury, FB., Ross, CW., 1995 . Fisiologi
Tumbuhan Jilid 1. Penerbit ITB. Bandung
Soemarwoto, I., Gandjar, I., Guharja, E., Nasution,
AH., Soemartono, SS., Soemadikarta, LK., 1981. Biologi Umum II.
Gramedia. Jakarta

