terus memperbaiki diri dan berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam segala hal, karena sejatinya hidup adalah belajar.. belajar untuk terus berkarya dan menjalani hidup sebaik-baiknya
Kamis, 05 Desember 2019
Tausiyah Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan bin Syaikh Abu Bakar bin Salim
Setiap manusia terdiri dari dua unsur penyusun yang terlihat secara dzhohir dan batin.
Bagian dzohir disebut sebagai fisik, dan batin mencakup akhlaq dan Budi pekerti.
Beberapa manusia, secara fisik terlihat cantik dan menawan, ia terlihat begitu sempurna, namun ternyata dalam bersikap dan bertingkah laku kurang beradab.
Dilain sisi, ada manusia yang secara fisik dan penampilan biasa-biasa saja, atau bahkan bisa dikatakan kurang menawan, namun dibalik semua itu hatinya bersih, pikirannya jernih, dan aklaq dan tingkahlakunya membuat semua orang terkagum-kagum dengannya..
Manusia dengan berbagai latar belakang dan kemampuannya yang terbatas, tak dapat dipungkiri pasti memiliki celak, kekurangan yang ada pada dirinya baik dari segi fisik maupun batin.
Berbeda halnya dengan Rasulullah saw, manusia yang ma'shum, terjaga dari berbuat dosa dan kesalahan karena Allah senantiasa membimbingnya dalam setiap gerak dan tingkah laku, ia begitu sempurna baik dilihat dari aspek fisik maupun batiniyah yang luar biasa indah.
Rasulullah diutus oleh Allah untuk menjadi Rahmat bagi alam semesta, Rahmatan Lil alamin, tak hanya bagi manusia tapi seluruh makhluk Allah yang ada.
Rasulullah adalah teladan terbaik dalam hidup dan kesehariannya. Ia selalu menyeru kepada yang baik dan mencegah dari yang munkar.
Rasulullah bersikap secara seimbang, tahu bagaimana saat bersikap tegas dan tahu bagaimana saat bersikap lembut, semuanya itu dimotori oleh Rahmat
Semua yang dilakukan Rasulullah itu ialah Rahmat bagi alam semesta
Ketika dalam peperangan, banyak sahabat yang terbunuh terluka, lalu datang seseorang dan berkata "Ya Rasulullah doakanlah supaya mereka binasa", Rasulullah menjawab "aku diutus bukan untuk melaknat, bukan untuk mencaci maki"
Rasulullah diutus untuk semua umat manusia baik timur atau barat, baik kulit hitam putih dan lain lain
Ketika beliau diutus kepada semua, beliau berbicara dengan cara yang bisa diterima oleh semua
15 abad sejak diutusnya Rasulullah, mukjizat Rasulullah, dakwahnya Beliau tetap indah dan bagus untuk diaplikasikan di setiap zaman kepada semua orang dan bermaslahat untuk masyarakat
Beliau siap bekerja sama untuk semua orang, diriwayatkan ketika beliau sampai di Madinah, di Madinah banyak sekali kelompok kelompok yakni Islam, Yahudi, Musyrikin, dll. Ada kaum Muhajirin, Anshar, Auz dan Khazraj 2 kelompok yang selalu bertikai dan berkonflik
Konflik tersebut disengaja dan pihak yang memotori konflik itu mendapat uang, namun uang haram
Saat itu Nabi Muhammad baru saja lolos dari pemboikotan sampai sampai sahabat banyak yang sakit, paman beliau dan istri beliau meninggal karena sakit. Tahun itu disebut tahun kesedihan, bahkan sampai direncanakan konspirasi pembunuhan oleh Rasulullah yang terdiri dari 40 suku sehingga tidak ada yang mampu membalas perbuatan suku suku tersebut
Madinah merupakan tempat/jalur yang dilewati ketika kaum Quraisy menuju Syam
Ketika Rasulullah sampai di Madinah, Rasulullah memanggil semua suku yang ada di Madinah, Nabi ingin menjalin kerja sama dengan orang orang di Madinah
Yang dipanggil ialah "Wahai Manusia"
Nabi berkata "wahai manusia sebarkanlah salam dan bersilaturahmilah"
2 arti Salam mukmin sejati
Salam memberikan jaminan keamanan kamu selamat dari gangguan tangan dan mulut seseorang
Salam kepada semua manusia apapun golongannya merasa aman terhadap harga diri mereka, aset mereka, terhadap kehormatan mereka
Ketika orang non muslim memberikan salam maka kita menjawab juga namun dijawab hanya "waalaikum (semoga untukmu juga)"
Langkah selanjutnya ialah memberikan makanan kepada siapapun
Bolehkah memberikan makan kepada orang non muslim ?
Allah Ta Ala berfirman dalam Al-Qur'an
Ketika kaum muslimin menawan orang orang yang menyerah pada perang, orang orang tersebut ialah non muslim. Rasulullah memerintahkan "perlakukan tawanan perang dengan sebaik baiknya". Maka orang orang non muslim itu keheranan dan menjadi malu sendiri dengan sikap kaum muslimin yang mereka perangi telah memberikan makanan terbaik sementara pemimpinnya saat perang hanya memberi makan biasa saja
Tunjukkanlah ajaran Rasulullah
Nikmat yang diambil Rasulullah saat perjanjian Hudaibiyah saat Ashabul Hurum ketika bulan yang diharamkan untuk berperang, Rasulullah dan kaum muslimin ingin melakukan umrah ke Mekkah namun dilarang oleh kaum musyrikin Mekkah
Ketika utusan dari kaum muslimin dan utusan kaum musyrikin untuk melakukan dialog, sebagian utusan kaum musyrikin berkata "aku tidak setuju sebenarnya jika Rasulullah dan pengikutnya dilarang menuju Mekkah, mereka benar benar ingin mengagungkan Allah"
Namun Rasulullah menerima perjanjian Hudaibiyah walaupun secara dzohir merugikan kaum muslimin
Sayyidina Umar : "Ya Rasulullah bukankah kita kaum muslimin telah berada di jalan yang Haq, sementara mereka kaum musyrikin berada di jalan yang betul?"
Rasulullah : "ya betul"
Sayyidina Umar : "Mengapa kita menerima perjanjian ini, bukankah engkau pernah bermimpi Ya Rasulullah kita akan masuk Mekkah lagi?"
Rasulullah : "Ya Umar, ketahuilah bahwa itu benar akan tetapi apakah aku mengatakan kepadamu bahwa kita akan mendatangingya pada tahun ini ?”
Umar : "Tidak!” Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ” Sesungguhnya engkau akan mendatanginya dan melakukan thawaf.”
Rasulullah tidak pernah mengkhianati perjanjian apapun itu, ketika Rasulullah diminta untuk mengiyakan salah satu perjanjian Hudaibiyah yakni tidak menerima orang yang kabur dari Mekkah, Rasulullah mengiyakan hal tersebut namun ketika ada beberapa orang kabur dari Mekkah ingin menuju Madinah, kaum musyrikin geram dengan hal itu namun mereka jugalah yang meminta Rasulullah supaya menerima orang orang yang kabur tersebut
Sungguh bisa dibuktikan siapa yang mengkhianati janji dan siapa yang bisa menepati janji
Yang masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah menjadi lebih banyak daripada sebelum Rasulullah di Madinah
Gema Shalawat UNJ, 2 Desember 2019
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar