Sabtu, 13 Februari 2016

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA MENGUJI SIFAT LARUTAN (ASAM BASA)

DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................................ xi
Pendahuluan ................................................................................................................  1
A.    Latar Belakang .................................................................................................  1
B.     Tujuan Percobaan.............................................................................................. 1
C.     Manfaat Percobaan ..........................................................................................  1
Dasar Teori ...................................................................................................................  2
A.    Landasan Teori ................................................................................................  2
Metode Pengamatan ....................................................................................................  4
A.    Waktu dan Tempat ..........................................................................................  4
B.     Alat dan Bahan ................................................................................................  4
C.     Cara Kerja ........................................................................................................  4
Hasil Pengamatan ........................................................................................................  7
A.    Pembahasan .....................................................................................................  8
B.     Pertanyaan........................................................................................................ 8
C.     Kesimpulan ......................................................................................................  9
Daftar Pusaka ............................................................................................................  10
Lampiran ....................................................................................................................  11



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Dalam kehidupan sehari – hari, senyawa asam dan basah dapat dengan mudah kita temukan. Mulai dari makanan, minuman, tubuh manusia, hewan hingga suku cadang kendaraan bermotor. Buah – buahan mengandung senyawa asam, contohnya, jeruk mengandung asam sitrat, tomat mengandung asam askorbat, apel mengandung asam malat, sedangkan anggur mengandung asam tartrat. Minuman ringan mengandung asam karbonat. Lambung manusia mengandung asam klorida yang berguna untuk  membunuh kuman dalam tubuh. Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa. Contohnya,sabun, deterjen, dan pembersih peralatan rumah tangga.
Kita sering menemukan rasa pahit, getir, asam, asin dan manis pada makanan atau minuman yang kita cicipi, bukan? Pada dasarnya rasa makanan, minuman atau zat tertentu yang terasa asam, pahit, getir, asin dan manis disebabkan karena sifat zat tersebut, yaitu sifat yang berkaitan dengan asam, basa dan garam. Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia digolongkan sebagai asam. Rasa pahit terkait dengan bahan lain yang digolongkan sebagai basa. Namun, tidak semua yang mempunyai rasa pahit merupakan basa. Basa dapat dikatakan sebagai lawan dari asam. Jika asam dicampur dengan basa, maka kedua zat itu saling menetralkan, sehingga sifat asam dan basa dihilangkan. Hasil reaksi antara asam dengan basa kita sebut garam. Adapun rasa manis terkait dengan kehadiran sifat asam dan basa secara bersama-sama.

B.     Tujuan Percobaan
Kami melakukan uji percobaan untuk  menentukan sifat asam dan basa beberapa larutan dengan menggunakan indikator yaitu lakmus merah, lakmus biru, metil jingga, metil merah,  PP, dan mengamati perubahan warna indikator pada larutan asam dan basa.
C.    Manfaat Percobaan
Dapat mengetahui pH berbagai larutan.
BAB II
DASAR TEORI
2.1 Landasan Teori
1.     Asam Menurut Arrhenius
Menurut Arrhenius, asam merupakan zat yang dalam air melepaskan ion H+, sedangkan basa merupakan zat yang dalam air melepaskan ion H-. Jadi, menurut Arrhenius, pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan pembawa sifat basa adalah ion OH-. Jika asam Arrhenius dirumuskan denga HxA, di dalam air asam itu akan mengalami ionisasi sebagai berikut.
            HxA(aq) à xH+(aq)+ AX-(aq)

            Basa Arrhenius merupakan hidroksida logam, M(OH)x, yang di dalam air membebaskan ion hidroksida (OH-) sesuai dengan persamaan reaksi berikut
            M(OH)x(aq)àMx+(aq) + x OH-(aq)

2.      Asam menurut Bronsted-Lowry
            Pada taun 1923 ahli Kimia Denmark bernama J.N.Bronsted dan ahli kimia Inggris bernama T.N.Lowry mengemukakan definisi tentang asam dan basa tersebut dikenal dengan  teori asm-basa Bronsted-Lowry.Menurut mereka suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut asam dan suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjungasi dari asam tersebut begitu juga basa. Dengan demikian, dalam teori asam-basa Bronsted-Lowry dikenal istilah’’Pasangan asam-basa atu asam-basa konjungasi.’’
            Asam  H+ + Basa konjugasi
            Basa  H+ + Asam konjugasi

3.      Asam-Basa Lewis
Pada tahun 1932 seorang ahli kimia amerika bernama G.N.Lewis  merupakan teori asam-basa yang diberi nama Asam-Basa Lewis. Teori ini menyatakan bahwa basa adalah zat yang memiliki satu atau lebiah pasangan electron bebas yang dapat diberikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi, sedangkan asam adalah zat yang menerima pasangan electron  tersebut.

·         Identifikasi Sifat Asam – Basa Larutan:
1.      Kertas Lakmus
Ada dua jenis kertas lakmus yang berbeda warna pada larutan asam, basa, dan netral.
2.      Indikator Universal
Cara menggunakan indikattor Universal adalah dengan mencocokan kertas indikator yang telah dicelupkan pada larutan dengan warna yang setara pada kemasan kertas indikator.
3.      Indikator Alami
Menentukan sifat asam basa larutan dapat dilakukan dengan indikator alami, contoh : kembang sepatu, kol merah, dan kulit manggis. Bila larutan di campur dengan sari bunga sepatu, maka larutan berubah warna menjadi hijau (basa), atau tetap Merah (netral), Atau juga Merah menyala (asam).

·         Derajat asam atau basa (pH)
Konsentrasi ion hidronium (H+) dalam suatularutan umumnya sangat rendah, tetapi s         angat menentukan sifat – sifat dari larutan, terutama larutan dalam air .
Menurut Sorensen, pH merupakan fungsi Logaritma negatif dari konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan, dan dirumuskan sebgai berikut:
pH = -Log (H+)
Untuk menentukan harga konsentrasi OH- dalam larutan dapat digunakan rumus :
pOH = - log (OH-)
pada konsentrasi yang sama, semakin kuat suatu asam semakin besar konsentrasi ion H+ dalam larutan, dan itu berarti semakin kecil harga pH nya .
semakin kuat suatu basa semakin besar konsentrasi ion OH- dalam larutan.




METODE PENGAMATAN

A.    Waktu dan Tempat Percobaan
Waktu             : Kamis, 21 Januari 2016
Tempat            : Laboratorium Kimia, SMA Negeri 2 Cibinong

B.     Alat dan Bahan
1.      Tabung reaksi
2.      Rak tabung reaksi
3.      Pipet tetes
4.      Air cucian beras
5.      Air sabun
6.      Air sumur
7.      Air gula
8.      Air jeruk
9.      Larutan NaCl
10.  Larutan NaOH
11.  Larutan soda kue
12.  Larutan HCL
13.  Larutan Na2CO3
14.  Indikator lakmus merah
15.  Indikator lakmus biru
16.  Indikator metil jingga
17.  Indikator metal merah
18.  Indicator fenolftalein (PP)
C.    Cara Kerja
1.      Masukan larutan ke dalam tabung reaksi kira-kira setinggi 4 cm
2.      Celupkan kertas indikator lakmus merah dan biru ke dalam larutan. Amati perubhan warnannya. Periksa dan catat pH larutan sesuai trayek perubahan warna indikator.
3.      Tambahkan 3 tetes indikator metal jingga. Amati perubahan warna. Periksalah dan catat pH larutan sesuai trayek perubahan warna indikator.
4.      Ganti larutan dalam tabung reaksi dengan yang baru dan lakukan langkah 3 dengan indikator cair lainnya. (metil merah dan pp)
5.      Dengan menggabungkan hasil pencatatan pH tiap indikator, perkirakn harga pH msing-masing larutan tersebut. 

HASIL PENGAMATAN

No
Larutan/Zat Cair
Warna larutan dari tiap indicator
Perkiraan pH larutan
L. Merah
L. Biru
M. Jingga
M. Merah
PP
1.
Air cucian beras
Merah
Merah
Kuning
Kuning
Tidak Berubah
< 7
2.
Air sumur
Merah
Merah
Jingga
Merah
Tidak Berubah
7
3.
Air gula
Merah
Biru
Jingga
Merah
Tidak Berubah
7
4.
Air Jeruk
Merah
Merah
Merah
Merah
Tidak Berubah
< 7
5.
Air Sabun
Biru
Biru
Kuning
Kuning
Merah
>7
6.
Larutan NaOH
Biru
Biru
Jingga
Kuning
Merah
> 7
7.
Larutan NaCl
Merah
Biru
Jingga
Kuning
Tidak Berubah
7
8.
Larutan Soda Kue
Biru
Biru
Jingga
Kuning
Merah
>7
9.
Larutan HCl
Merah
Merah
Merah
Merah
Tidak Berubah
< 7
10.
Larutan Na2CO3
Biru
Biru
Jingga
Kuning
Merah
>7



A.    Pembahasan
Dari praktikum yang telah kami lakukan ternyata menunjukkan hasil yang sesuai dengan teori yang ada. Dari 10 larutan yang telah diuji, yang bersifat asam yaitu : Larutan HCl, air cucian beras, dan air jeruk. Sedangkan yang bersifat basa yaitu : larutan Na2CO3, larutan soda kue, air sabun, dan larutan NaOH. Sementara yang bersifat netral yaitu : air sumur, larutan gula, dan NaCl.
Dari praktikum kali ini juga kami dapat mengambil pelajaran mengenai prosedur kerja ketika praktikum di laboratorium, diantaranya yaitu :
- alat yang kita gunakan ketika praktikum harus benar-benar bersih dan kering untuk meminimalisir kesalahan ketika praktikum;
- ketika mengambil sampel larutan harus hati-hati untuk mencegah terkontaminasinya larutan yang telah di ambil di plat tetes sebelumnya;
- tangan yang digunakan ketika memasukkan kertas lakmus ke dalam sampel larutan haruslah kering dan bersih.


B.     Pertanyaan :
1.      Kelompokkan zat cair/larutan yang diuji tersebut ke dalam :
a.       Larutan Asam
b.      Larutan Netral
c.       Larutan Basa
2.      Kelompokkan zat yang anda uji tersebut berdasarkan ketetapan pemakaian indikator (gabungan atau tunggal)!
3.      Jelaskan bagaimana cara memilih indikator yang tepat untuk menentukan pH suatu larutan!

Jawab :
1.      Jenis – jenis larutan
Ø  Larutan Asam      : air cucian beras, air jeruk, larutan HCl.
Ø  Larutan Netral      : air sumur, air gula, larutan NaCl.
Ø  Larutan Basa        : air sabun, larutan NaOH, larutan soda kue, larutan Na2CO3.

2.      Indikator
Ø  Lakmus Merah      : - Terjadi perubahan warna menjadi Biru yaitu, air sabun, larutan        
                              NaOH, larutan Na2CO3  dan larutan soda kue.
- Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air cucian beras, air jeruk, larutan HCl, air sumur, air gula, dan larutan NaCl.


Ø  Lakmus Biru        : - Terjadi perubahan warna menjadi Merah yaitu, air cucian beras,
                             Air jeruk, larutan HCl.
- Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air sumur, air gula,   larutan NaCl, air sabun, larutan NaOH, larutan soda kue, larutan Na2CO3.

Ø Metil Jingga         : - Terjadi perubahan warna menjadi kuning yaitu, air cucian beras   
dan air sabun.
  - Terjadi perubahan warna menjadi merah yaitu, air jeruk dan larutan HCl.
  - Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air sumur, air gula,  larutan NaCl, larutan NaOH, larutan soda kue, larutan Na2CO3.
Ø  Metil Merah         : - Terjadi perubahan warna menjadi kuning yaitu, air cucian beras,
air sabun, larutan NaOH, larutan NaCl, larutan soda kue, larutan Na2CO3.
   - Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air sumur, air gula, air jeruk, dan larutan HCl.

Ø  PP                         : - Terjadi perubahan warna menjadi merah yaitu, air sabun, larutan
NaOH, larutan soda kue dan larutan Na2CO3.
  - Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air cucian beras, air sumur, air gula, air jeruk, larutan NaCl dan larutan HCl.

Ø  Indikator Universal: -    <7          : air cucian beras, air jeruk, larutan HCl.
·         7            : air sumur, air gula, larutan NaCl.
·         >7          : air sabun, larutan NaOH, larutan soda kue, larutan Na2CO3
3.      Cara memilih indikator yang tepat untuk menentukan pH suatu larutan yaitu, dengan cara melihat perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus merah/biru yang kita celupkan ke dalam setiap larutan sehingga kita dapat menentukan pH dan jenis larutan tersebut


C.    Kesimpulan
Dari percobaan larutan yang menggunakan beberapa indikator dapat disimpulkan bahwa larutan asam adalah larutan yang mengubah kertas lakmus biru menjadi merah, metil jingga menjadi merah, dan indikator universal memiliki pH <7. Larutan netral adalah larutan yang tidak mengubah warna/ tetap indikator-indikator yang digunakan dan memiliki pH 7. Serta larutan Basa adalah larutan yang mengubah kertas lakmus merah menjadi biru, metil merah dan jingga menjadi kuning, PP menjadi merah, dan indikator universal memiliki pH >7.




DAFTAR PUSTAKA
·         Luvealloniye.blogspot.co.id/2013/02/menguji-sifat-larutan-dengan-indikator.html?m=1.
·         Buku Kimia Yrama Media kelas XII tentang larutan asam dan basa.

















Tidak ada komentar:

Posting Komentar