DAFTAR ISI
Kata Pengantar............................................................................................................
xi
Pendahuluan ................................................................................................................ 1
A.
Latar
Belakang ................................................................................................. 1
B.
Tujuan
Percobaan..............................................................................................
1
C.
Manfaat
Percobaan .......................................................................................... 1
Dasar Teori ................................................................................................................... 2
A.
Landasan
Teori ................................................................................................ 2
Metode Pengamatan .................................................................................................... 4
A.
Waktu
dan Tempat .......................................................................................... 4
B.
Alat
dan Bahan ................................................................................................ 4
C.
Cara
Kerja ........................................................................................................ 4
Hasil Pengamatan ........................................................................................................ 7
A.
Pembahasan
..................................................................................................... 8
B.
Pertanyaan........................................................................................................
8
C.
Kesimpulan
...................................................................................................... 9
Daftar Pusaka ............................................................................................................ 10
Lampiran .................................................................................................................... 11
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Dalam kehidupan sehari – hari, senyawa asam dan
basah dapat dengan mudah kita temukan. Mulai dari makanan, minuman, tubuh
manusia, hewan hingga suku cadang kendaraan bermotor. Buah – buahan mengandung
senyawa asam, contohnya, jeruk mengandung asam sitrat, tomat mengandung asam
askorbat, apel mengandung asam malat, sedangkan anggur mengandung asam tartrat.
Minuman ringan mengandung asam karbonat. Lambung manusia mengandung asam
klorida yang berguna untuk membunuh
kuman dalam tubuh. Beberapa produk rumah tangga yang mengandung basa.
Contohnya,sabun, deterjen, dan pembersih peralatan rumah tangga.
Kita sering menemukan rasa pahit,
getir, asam, asin dan manis pada
makanan atau minuman yang kita cicipi, bukan? Pada dasarnya rasa makanan,
minuman atau zat tertentu yang terasa asam, pahit, getir, asin dan manis
disebabkan karena sifat zat tersebut, yaitu sifat yang berkaitan dengan asam,
basa dan garam. Rasa asam terkait dengan suatu zat yang dalam ilmu kimia
digolongkan sebagai asam. Rasa pahit terkait dengan bahan lain yang digolongkan
sebagai basa. Namun, tidak semua yang mempunyai rasa pahit merupakan basa. Basa
dapat dikatakan sebagai lawan dari asam. Jika asam dicampur dengan basa, maka
kedua zat itu saling menetralkan, sehingga sifat asam dan basa dihilangkan.
Hasil reaksi antara asam dengan basa kita sebut garam. Adapun rasa manis
terkait dengan kehadiran sifat asam dan basa secara bersama-sama.
B. Tujuan
Percobaan
Kami
melakukan uji percobaan untuk menentukan
sifat asam dan basa beberapa larutan dengan menggunakan indikator yaitu lakmus
merah, lakmus biru, metil jingga, metil merah,
PP, dan mengamati perubahan warna indikator pada larutan
asam dan basa.
C. Manfaat
Percobaan
Dapat mengetahui pH berbagai larutan.
BAB
II
DASAR
TEORI
2.1 Landasan Teori
1.
Asam Menurut Arrhenius
Menurut
Arrhenius, asam merupakan zat yang dalam air melepaskan ion H+,
sedangkan basa merupakan zat yang dalam air melepaskan ion H-. Jadi,
menurut Arrhenius, pembawa sifat asam adalah ion H+, sedangkan
pembawa sifat basa adalah ion OH-. Jika asam Arrhenius dirumuskan
denga HxA, di dalam air asam itu akan mengalami ionisasi sebagai
berikut.
HxA(aq) à xH+(aq)+ AX-(aq)
Basa
Arrhenius merupakan hidroksida logam, M(OH)x,
yang di dalam air membebaskan ion hidroksida (OH-) sesuai dengan
persamaan reaksi berikut
M(OH)x(aq)àMx+(aq) + x OH-(aq)
2. Asam menurut
Bronsted-Lowry
Pada
taun 1923 ahli Kimia Denmark bernama J.N.Bronsted dan ahli kimia Inggris
bernama T.N.Lowry mengemukakan definisi tentang asam dan basa tersebut dikenal
dengan teori asm-basa
Bronsted-Lowry.Menurut mereka suatu zat pemberi proton (proton donor) disebut
asam dan suatu asam setelah melepas proton akan membentuk basa konjungasi dari
asam tersebut begitu juga basa. Dengan demikian, dalam teori asam-basa
Bronsted-Lowry dikenal istilah’’Pasangan asam-basa atu asam-basa konjungasi.’’
Asam H+ +
Basa konjugasi
Basa H+ +
Asam konjugasi
3. Asam-Basa
Lewis
Pada tahun 1932 seorang ahli kimia
amerika bernama G.N.Lewis merupakan
teori asam-basa yang diberi nama Asam-Basa Lewis. Teori ini menyatakan bahwa
basa adalah zat yang memiliki satu atau lebiah pasangan electron bebas yang
dapat diberikan kepada zat lain sehingga terbentuk ikatan kovalen koordinasi,
sedangkan asam adalah zat yang menerima pasangan electron tersebut.
·
Identifikasi Sifat Asam – Basa
Larutan:
1.
Kertas Lakmus
Ada dua jenis kertas lakmus yang
berbeda warna pada larutan asam, basa, dan netral.
2.
Indikator Universal
Cara menggunakan indikattor Universal adalah dengan
mencocokan kertas indikator yang telah dicelupkan pada larutan dengan warna
yang setara pada kemasan kertas indikator.
3.
Indikator Alami
Menentukan sifat asam basa larutan dapat dilakukan
dengan indikator alami, contoh : kembang sepatu, kol merah, dan kulit manggis.
Bila larutan di campur dengan sari bunga sepatu, maka larutan berubah warna
menjadi hijau (basa), atau tetap Merah (netral), Atau juga Merah menyala
(asam).
·
Derajat asam atau basa (pH)
Konsentrasi ion hidronium (H+)
dalam suatularutan umumnya sangat rendah, tetapi s angat menentukan sifat – sifat dari larutan, terutama
larutan dalam air .
Menurut Sorensen, pH merupakan fungsi
Logaritma negatif dari konsentrasi ion H+ dalam suatu larutan, dan
dirumuskan sebgai berikut:
pH = -Log (H+)
Untuk menentukan harga konsentrasi
OH- dalam larutan dapat digunakan rumus :
pOH = - log
(OH-)
pada konsentrasi yang sama, semakin kuat suatu asam
semakin besar konsentrasi ion H+ dalam larutan, dan itu berarti
semakin kecil harga pH nya .
semakin kuat
suatu basa semakin besar konsentrasi ion OH- dalam larutan.
METODE PENGAMATAN
A. Waktu dan Tempat Percobaan
Waktu : Kamis, 21 Januari 2016
Tempat : Laboratorium
Kimia, SMA Negeri 2 Cibinong
B. Alat dan Bahan
1. Tabung
reaksi
2. Rak
tabung reaksi
3. Pipet
tetes
4. Air
cucian beras
5. Air
sabun
6. Air
sumur
7. Air
gula
8. Air
jeruk
9. Larutan
NaCl
10. Larutan
NaOH
11. Larutan
soda kue
12. Larutan
HCL
13. Larutan
Na2CO3
14. Indikator
lakmus merah
15. Indikator
lakmus biru
16. Indikator
metil jingga
17. Indikator
metal merah
18. Indicator
fenolftalein (PP)
C. Cara Kerja
1. Masukan larutan ke dalam tabung reaksi
kira-kira setinggi 4 cm
2. Celupkan kertas indikator lakmus merah dan
biru ke dalam larutan. Amati perubhan warnannya. Periksa dan catat pH larutan
sesuai trayek perubahan warna indikator.
3. Tambahkan 3 tetes indikator metal jingga.
Amati perubahan warna. Periksalah dan catat pH larutan sesuai trayek perubahan
warna indikator.
4. Ganti larutan dalam tabung reaksi dengan yang
baru dan lakukan langkah 3 dengan indikator cair lainnya. (metil merah dan pp)
5. Dengan menggabungkan hasil pencatatan pH tiap
indikator, perkirakn harga pH msing-masing larutan tersebut.
HASIL PENGAMATAN
No
|
Larutan/Zat Cair
|
Warna larutan dari tiap indicator
|
Perkiraan pH larutan
|
||||
L. Merah
|
L. Biru
|
M. Jingga
|
M. Merah
|
PP
|
|||
1.
|
Air cucian beras
|
Merah
|
Merah
|
Kuning
|
Kuning
|
Tidak Berubah
|
< 7
|
2.
|
Air sumur
|
Merah
|
Merah
|
Jingga
|
Merah
|
Tidak Berubah
|
7
|
3.
|
Air gula
|
Merah
|
Biru
|
Jingga
|
Merah
|
Tidak Berubah
|
7
|
4.
|
Air Jeruk
|
Merah
|
Merah
|
Merah
|
Merah
|
Tidak Berubah
|
< 7
|
5.
|
Air Sabun
|
Biru
|
Biru
|
Kuning
|
Kuning
|
Merah
|
>7
|
6.
|
Larutan NaOH
|
Biru
|
Biru
|
Jingga
|
Kuning
|
Merah
|
> 7
|
7.
|
Larutan NaCl
|
Merah
|
Biru
|
Jingga
|
Kuning
|
Tidak Berubah
|
7
|
8.
|
Larutan Soda Kue
|
Biru
|
Biru
|
Jingga
|
Kuning
|
Merah
|
>7
|
9.
|
Larutan HCl
|
Merah
|
Merah
|
Merah
|
Merah
|
Tidak Berubah
|
< 7
|
10.
|
Larutan Na2CO3
|
Biru
|
Biru
|
Jingga
|
Kuning
|
Merah
|
>7
|
A. Pembahasan
Dari praktikum yang telah kami
lakukan ternyata menunjukkan hasil yang sesuai dengan teori yang ada.
Dari 10 larutan yang telah diuji, yang bersifat asam yaitu : Larutan HCl,
air cucian beras, dan air jeruk. Sedangkan yang bersifat basa yaitu : larutan Na2CO3,
larutan soda kue, air sabun, dan larutan NaOH. Sementara yang bersifat netral
yaitu : air sumur, larutan gula, dan NaCl.
Dari praktikum kali ini juga kami dapat mengambil pelajaran
mengenai prosedur kerja ketika praktikum di laboratorium, diantaranya yaitu :
-
alat yang kita gunakan ketika praktikum harus benar-benar bersih dan kering
untuk meminimalisir kesalahan ketika praktikum;
-
ketika mengambil sampel larutan harus hati-hati untuk mencegah
terkontaminasinya larutan yang telah di ambil di plat tetes sebelumnya;
- tangan yang digunakan ketika
memasukkan kertas lakmus ke dalam sampel larutan haruslah kering dan bersih.
B. Pertanyaan :
1. Kelompokkan zat cair/larutan yang diuji
tersebut ke dalam :
a.
Larutan
Asam
b.
Larutan
Netral
c.
Larutan
Basa
2. Kelompokkan zat yang anda uji tersebut
berdasarkan ketetapan pemakaian indikator (gabungan atau tunggal)!
3. Jelaskan bagaimana cara memilih
indikator yang tepat untuk menentukan pH
suatu larutan!
Jawab :
1. Jenis – jenis larutan
Ø
Larutan
Asam : air cucian beras, air jeruk,
larutan HCl.
Ø
Larutan
Netral : air sumur, air gula, larutan
NaCl.
Ø
Larutan
Basa : air sabun, larutan NaOH,
larutan soda kue, larutan Na2CO3.
2.
Indikator
Ø
Lakmus Merah : - Terjadi
perubahan warna menjadi Biru yaitu, air
sabun, larutan
NaOH, larutan
Na2CO3 dan larutan soda kue.
- Tetap/tidak
terjadi perubahan warna yaitu,
air cucian beras, air jeruk, larutan HCl, air
sumur, air gula, dan
larutan NaCl.
Ø
Lakmus Biru : - Terjadi
perubahan warna menjadi Merah yaitu, air
cucian beras,
Air jeruk, larutan HCl.
- Tetap/tidak
terjadi perubahan warna yaitu, air
sumur, air gula, larutan
NaCl, air sabun, larutan NaOH, larutan soda
kue, larutan Na2CO3.
Ø
Metil Jingga : - Terjadi
perubahan warna menjadi kuning yaitu, air cucian beras
dan air sabun.
- Terjadi perubahan warna menjadi merah yaitu,
air jeruk dan larutan HCl.
- Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air sumur, air gula, larutan
NaCl, larutan NaOH, larutan soda kue,
larutan Na2CO3.
Ø
Metil Merah : - Terjadi
perubahan warna menjadi kuning yaitu, air
cucian beras,
air sabun, larutan
NaOH, larutan NaCl, larutan soda kue,
larutan Na2CO3.
- Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air sumur, air
gula, air jeruk, dan larutan HCl.
Ø
PP : - Terjadi
perubahan warna menjadi merah yaitu, air sabun, larutan
NaOH,
larutan soda kue dan larutan Na2CO3.
- Tetap/tidak terjadi perubahan warna yaitu, air cucian
beras, air sumur, air gula, air jeruk, larutan NaCl dan larutan HCl.
Ø
Indikator Universal: - <7 : air cucian beras, air jeruk, larutan HCl.
·
7 : air sumur, air gula, larutan NaCl.
·
>7 : air sabun, larutan NaOH, larutan soda
kue, larutan Na2CO3
3.
Cara memilih indikator yang tepat untuk menentukan pH suatu larutan yaitu,
dengan cara melihat perubahan warna yang terjadi pada kertas lakmus merah/biru
yang kita celupkan ke dalam setiap larutan sehingga kita dapat menentukan pH
dan jenis larutan tersebut
C. Kesimpulan
Dari percobaan larutan yang
menggunakan beberapa indikator dapat disimpulkan bahwa larutan asam adalah
larutan yang mengubah kertas lakmus biru menjadi merah, metil jingga menjadi
merah, dan indikator universal memiliki pH <7. Larutan netral adalah larutan
yang tidak mengubah warna/ tetap indikator-indikator yang digunakan dan
memiliki pH 7. Serta larutan Basa adalah larutan yang mengubah kertas lakmus
merah menjadi biru, metil merah dan jingga menjadi kuning, PP menjadi merah,
dan indikator universal memiliki pH >7.
DAFTAR PUSTAKA
·
Luvealloniye.blogspot.co.id/2013/02/menguji-sifat-larutan-dengan-indikator.html?m=1.
·
Buku Kimia Yrama Media kelas XII tentang larutan asam dan basa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar