---------------------------------------------------------
A. PENGERTIAN KONJUNGSI
Kata penghubung disebut juga konjungsi atau kata
sambung, yang berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang
sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa
(Hasan Alwi, dkk., 2003: 296). Dalam pengertian lainnya, konjungsi adalah
kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi
hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam
konstruksi (Harimurti, 2007: 102).
B. JENIS-JENIS KONJUNGSI
Dilihat dari fungsinya dapat dibedakan dua macam kata penghubung sebagai
berikut:(1) Kata penghubung yang menghubungkan kata, klausa, atau kalimat yang kedudukannya setara.
Kata penghubung ini dibedakan lagi menjadi kata penghubung yang:
(a) menggabungkan biasa, yaitu dan, dengan, serta.
- Nina dan Badu teman sekelas.
- Kakak pergi ke toko buku dengan temannya.
- Mereka membeli sayurmayur serta buah-buahan.
(b) menggabungkan memilih, yaitu atau.
- Yang mana yang kamu pilih, yang biru atau yang merah
(c) menggabungkan mempertentangkan, yaitu tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya.
- Adik ingin membeli sepeda baru, tetapi ayah tidak menyetujuinya.
- Kami akan memulai kegiatan ini, namun ia belum datang juga.
- Karin gemar membaca buku, sedangkan Vina gemar berolahraga.
- Ayah menyetujui pendapat adik, sebaliknya ibu tidak menyetujui hal itu.
(d) menggabungkan membetulkan, yaitu melainkan, hanya.
- Yuni tidak mencuri penghapus Dina, melainkan hanya meminjamnya.
- Ibu hanya menasihati adik.
(e) menggabungkan menegaskan, yaitu bahwa, malah, lagipula, apalagi, jangankan.
- Pak Budi menyatakan bahwa ia akan menjadi seorang pemimpin yang baik.
- Ia tidak hanya menolong kakek tersebut, malah ia memberikan makanan kepadanya.
- Hari ini Dito tidak jajan, lagipula ia tidak diberikan uang saku.
- Siska tidak akan pergi, apalagi Ibu tidak mengijinkannya.
(f) menggabungkan membatasi, yaitu kecuali, hanya.
- Semua siswa akan mengikuti ulangan, kecuali yang belum mengumpulkan tugas.
- Kakak tidak memarahinya, hanya sekedar memberi tahu.
(g) menggabungkan mengurutkan, yaitu lalu, kemudian, selanjutnya dan setelah itu.
- Siapkan semua bahan, lalu kita akan mulai membuatnya.
- Setelah benih itu ditabur, kemudian siram benih tersebut.
- Diamkan adonan selama beberapa menit, selanjutnya uleni adonan kembali.
- Saya mengerjakan tugas terlebih dahulu, setelah itu istirahat.
(h) menggabungkan menyamakan, yaitu yaitu, yakni, adalah, bahwa, ialah.
- Salah satu obat alami diare yaitu daun jambu.
- Tugas mereka yakni mencuci pakaian dan membersihkan halaman.
- Kain Sambas adalah salah satu kain tradisional dari Kalimantan Barat.
- Kabar bahwa mereka akan segera menikah sudah diketahui oleh umum.
- Rina ialah anak dari Ibu Diana.
(i) menggabungkan menyimpulkan, yaitu jadi, karena itu, oleh sebab itu.
- Wina tidak membawa uang, jadi ia meminjamnya kepada Tanti.
- Kemarin ia merusak tanaman Kiki, karena itu ia meminta maaf.
- Galang tidak membawa pulpen, oleh sebab itu Rani meminjamkannya.
(2) Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat.
Kata penghubung ini dibedakan lagi menjadi kata penghubung yang menggabungkan:
(a) menyatakan sebab, yaitu sebab, karena.
- Ayah tidak mengijinkannya, sebab hal itu sangat berbahaya.
- Batu itu tidak akan hancur karena itu sangat keras.
(b) menyatakan syarat, yaitu kalau, jikalau, jika, bila, apabila, asal.
- Ibu tidak akan memarahinya kalau menghormati bapak itu.
- Ia tidak akan celaka jikalau mendengarkan nasihat ibunya.
- Buku itu tidak akan basah jika ia menyampulnya dengan plastik.
- Ia akan mendapat hadiah bila menjadi juara kelas.
- Seseorang akan sukses apabila ia mau bekerja keras.
(c) menyatakan tujuan, yaitu agar, supaya.
- Kita harus menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit.
- Tanaman tersebut ditanam supaya memberikan kesejukan di tempat itu.
(d) menyatakan waktu, yaitu ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.
- Ayah Gita sudah tiada ketika ia berusia 6 tahun.
- Siska pergi ke Singapura sewaktu ia masih kecil.
- Ia sudah bangun sebelum matahari terbit.
- Ia pulang sesudah matahari terbenam.
- Ibu memasak tatkala saya sedang tidur.
(e) menyatakan akibat, yaitu sampai, hingga, sehingga
- Ia belajar sampai larut malam.
- Aduk teh tersebut hingga gula tersebut halus dan merata.
- Orang tuanya selalu bertengkar, sehingga ia pergi dari rumah.
(f) menyatakan sasaran, yaitu untuk, guna.
- Aksesoris itu digunakan untuk memperindah busananya.
- Kesatuan dan persatuan itu sangat penting guna mewujudkan cita-cita suatu negara.
(g) menyatakan perbandingan, yaitu seperti, laksana, sebagai.
- Kakak itu sudah saya anggap seperti keluarga sendiri.
- Suaranya lantang laksana singa yang sedang mengaum.
- Noni sudah saya anggap sebagai adik saya.
Dilihat dari kedudukannya konjungsi dibagi dua, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.
1. Konjungsi
Koordinatif
Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara (Abdul Chaer, 2008: 98).
Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara (Abdul Chaer, 2008: 98).
Contoh:
dan penanda hubungan penambahan
serta penanda hubungan pendampingan
atau penanda hubungan pemilihan
tetapi penanda hubungan perlawanan
melainkan penanda hubungan perlawanan
padahal penanda hubungan pertentangan
sedangkan penanda hubungan pertentangan
Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain, karena selain menghubungkan klausa juga menghubungkan kata. Seperti contoh berikut:
(a) Dia menangis dan istrinya pun tersedu-sedu.
(b) Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku?
(c) Dia terus saja berbicara, tetapi istrinya hanya terdiam saja.
(d) Andi pura-pura tidak tahu, padahal tahu banyak.
(e) Ibu sedang mencuci baju, sedangkan Ayah membaca Koran.
dan penanda hubungan penambahan
serta penanda hubungan pendampingan
atau penanda hubungan pemilihan
tetapi penanda hubungan perlawanan
melainkan penanda hubungan perlawanan
padahal penanda hubungan pertentangan
sedangkan penanda hubungan pertentangan
Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain, karena selain menghubungkan klausa juga menghubungkan kata. Seperti contoh berikut:
(a) Dia menangis dan istrinya pun tersedu-sedu.
(b) Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku?
(c) Dia terus saja berbicara, tetapi istrinya hanya terdiam saja.
(d) Andi pura-pura tidak tahu, padahal tahu banyak.
(e) Ibu sedang mencuci baju, sedangkan Ayah membaca Koran.
2.
Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah
konjungsi yang menghubungkan dua unsure kalimat (klausa) yang kedudukannya
tidak sederajat. Artinya,
kedudukan klausa yang satu lebih tinggi (sebagai klausa utama) dan yang kedua sebagai klausa bawahan atau lebih rendah dari yang pertama. Konjungsi subordinatif ini dibedakan pula atas konjungsi yang menghubungkannya.
kedudukan klausa yang satu lebih tinggi (sebagai klausa utama) dan yang kedua sebagai klausa bawahan atau lebih rendah dari yang pertama. Konjungsi subordinatif ini dibedakan pula atas konjungsi yang menghubungkannya.
a.
Menghubungkan
menyatakan sebab akibat, yaitu konjungsi sebab dan karena.
Contoh:
1. Banyak petani yang mengeluh sebab
hatga pupuk makin mahal.
2. Kami tidak dapat melanjutkan
perjalanan karena hari sudah malam.
3. Karena ketiadaan dana, kami terpaksa
berhenti kuliah.
b. Menghubungkan menyatakan
persyaratan, yaitu konjungsi kalau, jikalau, jika,bilamana, apabila,, dan asal.
Contoh:
1.
Kalau diundang, saya akan hadir.
2. Saya akan dating kalau diberi
ongkos.
3. Jikalau tidak ada halangan, saya
akan dating.
4. Jika diizinkan ayah, kami akan ikut
serta.
5. Bila cuaca baik, kami akan pergi
mengail.
6. Pohon-pihon akan mati bilamana musim
kemarau terlalu panjang.
7. Kami akan mengunjungi nenek di desa
apabila musim liburan tiba.
8. Saya akan segera berangkat asal
diberi ngkos secukupnya.
c. Menghubungkan menyatakan tujuan,
yaitu konjungsi agar dan supaya.
1. Kami berangkat pagi=pagi agar tidak
terlambat di sekolah.
2. Supaya lalu lintas lancer, maka akan
dibangun jembatan laying di situ.
d. Menghubngkan menyatakan waktu, yaitu
konjungsi ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala, sejak, sambil, dan
selama.
1. Nenek dating ketika kami sedang
makan siang.
2. Sewaktu terjadi gempa saya sedang
tidak ada di rumah.
3. Biasakan mencuci tangan sebelum makan.
4. Sesudah sarapan kami berangkat ke
sekolah.
5. Tatkala terjadi kerusuhan saya
sedang berada di luar kota.
6. Sejak matahari terbit sampai
sekarang pekerjaanku belum selesai juga.
7. Mereka bekerja sambil bergurau.
8. Selama musim kemarau kita harus
waspada akan bahaya kebakaran.
e. Menghubungkan menyatakan akibat,
yaitu konjungsi sampai, hingga, dan sehingga.
Contoh:
1. Pencuri itu dipukuli orang banyak
sampai mukanya babak belur.
2. Dia terlalu banyak makan hingga
tidak kuat berdiri.
3. Dia terjerembab ke lumpur sehingga
bajunya kotor penuh lumpur.
f. Menghubungkan menyatakan batas
kejadian, yaitu konjungsi sampai dan hingga.
Contoh:
1. Kami menyelesaikan pekerjaan itu
sampai pukul tiga dinihari.
2. Mereka berjalan kaki di tengah hutan
itu hingga bertemu dengan sebuah gubuk kecil.
g. Menghubungkan menyatakan tujuan atau
sasaran, yaitu konjungsi untuk dan guna.
Contoh:
1. Untuk mengatasi bahaya banjir,
Pemerintah akan membuat saluran baru.
2. Murid-murid dikumpulkan di aula mendapat pengarahan
dari kepala sekolah.
h. Menghubungkan menyatakan penegasan,
yaitu konjungsi meskipun, biarpun, kendatipun, dan sekalipun.
Contoh:
1. Mereka berangkat juga ke Jakarta
meskipun tidak diizinkan oleh orang tua mereka.
2. Biarpun hujan lebat pertandingan
sepak bola itu berjalan terus.
3. Kendatipun kami punya uang, tetapi
tidak ada makanan yang dapat kami beli.
4. Sekalipun tidak lulus ujian, mereka
tetap bergembira.
i. Menghubungkan menyatakan
pengandaian, yaitu konjungsi seandainya dan andaikata.
Contoh:
1. Seandainya sya punya uang satu
miliar kamu akan saya belikan mobil baru.
2. Saya pasti akan celaka andaikata
saya jadi berangkat.
j. Menghubungkan menyatakan
perbandingan, yaitu konjungsi seperti, sebagai, dan laksana.
Contoh:
1. Kedua anak itu selalu saja
bertengkar seperti kucing dengan anjing.
2. Kami terkejut bukan main laksana
mendengar petir di siang hari.
3. Wajahnya pucat pasi ‘sebagai’ bulan
kesiangan.
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang
menghubungkan dua unsur kalimat (kalusa) yang kedudukannya tidak sederajat
(Abdul Chaer, 2008: 100). Konjungsi subordinatif dibagi menjadi tiga belas
kelompok sebagai berikut:
1. Konjungsi suordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.
2. Konjungsi subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
3. Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.
4. Konjungsi subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.
5. Konjungsi subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).
6. Konjungsi subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
7. Konjungsi subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
8. Konjungsi subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
9. Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa.
10. Konjungsi subordinatif cara: dengan, tanpa.
11. Konjungsi subordinatif komplementasi: bahwa
12. Konjungsi suboerdinatif atributif: yang
13. Konjungsi subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada)
1. Konjungsi suordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.
2. Konjungsi subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
3. Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.
4. Konjungsi subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.
5. Konjungsi subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).
6. Konjungsi subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
7. Konjungsi subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
8. Konjungsi subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
9. Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa.
10. Konjungsi subordinatif cara: dengan, tanpa.
11. Konjungsi subordinatif komplementasi: bahwa
12. Konjungsi suboerdinatif atributif: yang
13. Konjungsi subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar