Sabtu, 13 Februari 2016

MATERI KONJUNGSI


---------------------------------------------------------

A.    PENGERTIAN KONJUNGSI
Kata penghubung disebut juga konjungsi atau kata sambung, yang berarti kata tugas yang menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa (Hasan Alwi, dkk., 2003: 296). Dalam pengertian lainnya, konjungsi adalah kategori yang berfungsi untuk meluaskan satuan yang lain dalam konstruksi hipotaktis, dan selalu menghubungkan dua satuan lain atau lebih dalam konstruksi (Harimurti, 2007: 102).
B.     JENIS-JENIS KONJUNGSI
Dilihat dari fungsinya dapat dibedakan dua macam kata penghubung sebagai berikut:
(1) Kata penghubung yang menghubungkan kata, klausa, atau kalimat yang kedudukannya setara.
Kata penghubung ini dibedakan lagi menjadi kata penghubung yang:
(a) menggabungkan biasa, yaitu dan, dengan, serta.                                                                         
 - Nina dan Badu teman sekelas.                                                                                    
- Kakak pergi ke toko buku dengan temannya.                                                                       
- Mereka membeli sayurmayur serta buah-buahan.                                                        
 (b) menggabungkan memilih, yaitu atau.                                                                                        
 - Yang mana yang kamu pilih, yang biru atau yang merah
(c) menggabungkan mempertentangkan, yaitu tetapi, namun, sedangkan, sebaliknya.                     
 - Adik ingin membeli sepeda baru, tetapi ayah tidak menyetujuinya.                               
- Kami akan memulai kegiatan ini, namun ia belum datang juga.                                     
- Karin gemar membaca buku, sedangkan Vina gemar berolahraga.                                     
 - Ayah menyetujui pendapat adik, sebaliknya ibu tidak menyetujui hal itu.                
(d) menggabungkan membetulkan, yaitu melainkan, hanya.                                                                  
- Yuni tidak mencuri penghapus Dina, melainkan hanya meminjamnya.                           
- Ibu hanya menasihati adik.
(e) menggabungkan menegaskan, yaitu bahwa, malah, lagipula, apalagi, jangankan.                      
 - Pak Budi menyatakan bahwa ia akan menjadi seorang pemimpin yang baik.               
- Ia tidak hanya menolong kakek tersebut, malah ia memberikan makanan kepadanya. 
 - Hari ini Dito tidak jajan, lagipula ia tidak diberikan uang saku.                                               
- Siska tidak akan pergi, apalagi Ibu tidak mengijinkannya.
(f) menggabungkan membatasi, yaitu kecuali, hanya.                                                                       
- Semua siswa akan mengikuti ulangan, kecuali yang belum mengumpulkan tugas.
- Kakak tidak memarahinya, hanya sekedar memberi tahu.
(g) menggabungkan mengurutkan, yaitu lalu, kemudian, selanjutnya dan setelah itu.                      
- Siapkan semua bahan, lalu kita akan mulai membuatnya.                                                      
- Setelah benih itu ditabur, kemudian siram benih tersebut.                                                   
 - Diamkan adonan selama beberapa menit, selanjutnya uleni adonan kembali.                     
- Saya mengerjakan tugas terlebih dahulu, setelah itu istirahat.
(h) menggabungkan menyamakan, yaitu yaitu, yakni, adalah, bahwa, ialah.                                   
- Salah satu obat alami diare yaitu daun jambu.                                                             
 - Tugas mereka yakni mencuci pakaian dan membersihkan halaman.                                  
 - Kain Sambas adalah salah satu kain tradisional dari Kalimantan Barat.                                    
 - Kabar bahwa mereka akan segera menikah sudah diketahui oleh umum.                            
 - Rina ialah anak dari Ibu Diana.
(i) menggabungkan menyimpulkan, yaitu jadi, karena itu, oleh sebab itu.                                         
 - Wina tidak membawa uang, jadi ia meminjamnya kepada Tanti.                                    
- Kemarin ia merusak tanaman Kiki, karena itu ia meminta maaf.                                        
 - Galang tidak membawa pulpen, oleh sebab itu Rani meminjamkannya.
(2) Kata penghubung yang menghubungkan klausa dengan klausa yang kedudukannya bertingkat.
Kata penghubung ini dibedakan lagi menjadi kata penghubung yang menggabungkan:
(a) menyatakan sebab, yaitu sebab, karena.     
     - Ayah tidak mengijinkannya, sebab hal itu sangat berbahaya.                                      
     - Batu itu tidak akan hancur karena itu sangat keras.

(b) menyatakan syarat, yaitu kalau, jikalau, jika, bila, apabila, asal.             
  - Ibu tidak akan memarahinya kalau menghormati bapak itu.      
  - Ia tidak akan celaka jikalau mendengarkan nasihat ibunya.         
  - Buku itu tidak akan basah jika ia menyampulnya dengan plastik.                  
  - Ia akan mendapat hadiah bila menjadi juara kelas.                                           
  - Seseorang akan sukses apabila ia mau bekerja keras.

(c) menyatakan tujuan, yaitu agar, supaya.                          
  - Kita harus menjaga kebersihan agar terhindar dari penyakit.                                   
  - Tanaman tersebut ditanam supaya memberikan kesejukan di tempat itu.

(d) menyatakan waktu, yaitu ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala.                     
  - Ayah Gita sudah tiada ketika ia berusia 6 tahun.                                                       
  - Siska pergi ke Singapura sewaktu ia masih kecil.                                                     
  - Ia sudah bangun sebelum matahari terbit.                                                                     
  - Ia pulang sesudah matahari terbenam.                                                                                  
 - Ibu memasak tatkala saya sedang tidur.

(e) menyatakan akibat, yaitu sampai, hingga, sehingga                                                                      
- Ia belajar sampai larut malam.                                                                                       
 - Aduk teh tersebut hingga gula tersebut halus dan merata.                                                      
- Orang tuanya selalu bertengkar, sehingga ia pergi dari rumah.

(f) menyatakan sasaran, yaitu untuk, guna.                                                                                        
- Aksesoris itu digunakan untuk memperindah busananya.                                                   
- Kesatuan dan persatuan itu sangat penting guna mewujudkan cita-cita suatu negara.

(g) menyatakan perbandingan, yaitu seperti, laksana, sebagai.                                                          
 - Kakak itu sudah saya anggap seperti keluarga sendiri.                                                 
 - Suaranya lantang laksana singa yang sedang mengaum.                                                        
 - Noni sudah saya anggap sebagai adik saya.

Dilihat dari kedudukannya konjungsi dibagi dua, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.
1.      Konjungsi Koordinatif
Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara (Abdul Chaer, 2008: 98).
Contoh:
dan penanda hubungan penambahan
serta penanda hubungan pendampingan
atau penanda hubungan pemilihan
tetapi penanda hubungan perlawanan
melainkan penanda hubungan perlawanan
padahal penanda hubungan pertentangan
sedangkan penanda hubungan pertentangan
Konjungsi koordinatif agak berbeda dengan konjungsi lain, karena selain menghubungkan klausa juga menghubungkan kata. Seperti contoh berikut:
(a) Dia menangis dan istrinya pun tersedu-sedu.
(b) Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku?
(c) Dia terus saja berbicara, tetapi istrinya hanya terdiam saja.
(d) Andi pura-pura tidak tahu, padahal tahu banyak.
(e) Ibu sedang mencuci baju, sedangkan Ayah membaca Koran.

2.      Konjungsi Subordinatif
Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsure kalimat (klausa) yang kedudukannya tidak sederajat. Artinya,
kedudukan klausa yang satu lebih tinggi (sebagai klausa utama) dan yang kedua sebagai klausa bawahan atau lebih rendah dari yang pertama. Konjungsi subordinatif ini dibedakan pula atas konjungsi yang menghubungkannya.
a.       Menghubungkan menyatakan sebab akibat, yaitu konjungsi sebab dan karena.
Contoh:
1.      Banyak petani yang mengeluh sebab hatga pupuk makin mahal.
2.      Kami tidak dapat melanjutkan perjalanan karena hari sudah malam.
3.      Karena ketiadaan dana, kami terpaksa berhenti kuliah.

b.      Menghubungkan menyatakan persyaratan, yaitu konjungsi kalau, jikalau, jika,bilamana, apabila,, dan asal.
Contoh:
1.    Kalau diundang, saya akan hadir.
2.      Saya akan dating kalau diberi ongkos.
3.      Jikalau tidak ada halangan, saya akan dating.
4.      Jika diizinkan ayah, kami akan ikut serta.
5.      Bila cuaca baik, kami akan pergi mengail.
6.      Pohon-pihon akan mati bilamana musim kemarau terlalu panjang.
7.      Kami akan mengunjungi nenek di desa apabila musim liburan tiba.
8.      Saya akan segera berangkat asal diberi ngkos secukupnya.

c.       Menghubungkan menyatakan tujuan, yaitu konjungsi agar dan supaya.
1.      Kami berangkat pagi=pagi agar tidak terlambat di sekolah.
2.      Supaya lalu lintas lancer, maka akan dibangun jembatan laying di situ.

d.      Menghubngkan menyatakan waktu, yaitu konjungsi ketika, sewaktu, sebelum, sesudah, tatkala, sejak, sambil, dan selama.
1.      Nenek dating ketika kami sedang makan siang.
2.      Sewaktu terjadi gempa saya sedang tidak ada di rumah.
3.      Biasakan mencuci tangan sebelum makan.
4.      Sesudah sarapan kami berangkat ke sekolah.
5.      Tatkala terjadi kerusuhan saya sedang berada di luar kota.
6.      Sejak matahari terbit sampai sekarang pekerjaanku belum selesai juga.
7.      Mereka bekerja sambil bergurau.
8.      Selama musim kemarau kita harus waspada akan bahaya kebakaran.

e.       Menghubungkan menyatakan akibat, yaitu konjungsi sampai, hingga, dan sehingga.
Contoh:
1.      Pencuri itu dipukuli orang banyak sampai mukanya babak belur.
2.      Dia terlalu banyak makan hingga tidak kuat berdiri.
3.      Dia terjerembab ke lumpur sehingga bajunya kotor penuh lumpur.

f.       Menghubungkan menyatakan batas kejadian, yaitu konjungsi sampai dan hingga.
Contoh:
1.      Kami menyelesaikan pekerjaan itu sampai pukul tiga dinihari.
2.      Mereka berjalan kaki di tengah hutan itu hingga bertemu dengan sebuah gubuk kecil.

g.      Menghubungkan menyatakan tujuan atau sasaran, yaitu konjungsi untuk dan guna.
Contoh:
1.      Untuk mengatasi bahaya banjir, Pemerintah akan membuat saluran baru.
2.      Murid-murid dikumpulkan di aula mendapat pengarahan dari kepala sekolah.

h.      Menghubungkan menyatakan penegasan, yaitu konjungsi meskipun, biarpun, kendatipun, dan sekalipun.
Contoh:
1.      Mereka berangkat juga ke Jakarta meskipun tidak diizinkan oleh orang tua mereka.
2.      Biarpun hujan lebat pertandingan sepak bola itu berjalan terus.
3.      Kendatipun kami punya uang, tetapi tidak ada makanan yang dapat kami beli.
4.      Sekalipun tidak lulus ujian, mereka tetap bergembira.

i.        Menghubungkan menyatakan pengandaian, yaitu konjungsi seandainya dan andaikata.
Contoh:
1.      Seandainya sya punya uang satu miliar kamu akan saya belikan mobil baru.
2.      Saya pasti akan celaka andaikata saya jadi berangkat.

j.        Menghubungkan menyatakan perbandingan, yaitu konjungsi seperti, sebagai, dan laksana.
Contoh:
1.      Kedua anak itu selalu saja bertengkar seperti kucing dengan anjing.
2.      Kami terkejut bukan main laksana mendengar petir di siang hari.
3.      Wajahnya pucat pasi ‘sebagai’ bulan kesiangan.

Konjungsi subordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat (kalusa) yang kedudukannya tidak sederajat (Abdul Chaer, 2008: 100). Konjungsi subordinatif dibagi menjadi tiga belas kelompok sebagai berikut:
1. Konjungsi suordinatif waktu: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.
2. Konjungsi subordinatif syarat: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
3. Konjungsi subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.
4. Konjungsi subordinatif tujuan: agar, supaya, biar.
5. Konjungsi subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).
6. Konjungsi subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
7. Konjungsi subordinatif sebab: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
8. Konjungsi subordinatif hasil: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
9. Konjungsi subordinatif alat: dengan, tanpa.
10. Konjungsi subordinatif cara: dengan, tanpa.
11. Konjungsi subordinatif komplementasi: bahwa
12. Konjungsi suboerdinatif atributif: yang
13. Konjungsi subordinatif perbandingan: sama …. dengan, lebih …. dari(pada)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar