Sabtu, 13 Februari 2016

Membuat Laporan Penelitian Pertumbuhan Tanaman Kacang Hijau




 
  KATA PENGANTAR

Assalamualaikum wr wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan beribu-ribu nikmat sehingga kita bisa melaksanakan kegiatan penelitian ini dengan baik. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan kepada jungjungan alam Nabi Muhammad SAW, beserta keluarganya, sahabatnya, serta para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pemenuhan kebutuhan tugas biologi. Jenis tugas yang diberikan adalah pengamatan tentang Pertumbuhan dan Perkembangan tanaman kacang hijau. Metode penugasan yang diberikan adalah menyusun Laporan Penelitian Tentang Pengaruh Air Terhadap Pertumbuhan Kacang Hijau.                                                     Disamping untuk pemenuhan tugas, kami juga ingin membuktikan bahwa pertumbuhan tanaman kacang hijau bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu kualitas air, kuantitas air, medium/media tanam, terang redupnya cahaya, dan lain-lain.                                          Nah, disini kami memilih faktor kualitas air yang bisa mempengaruhi pertumbuahan tanaman kacang hijau. Sehingga kami memberikan judul laporan penelitian ini “Percobaan Pengaruh Kualitas Air Terhadap Tanaman Kacang Hijau”
Semoga Laporan ini dapat menjadikan frame of think (kerangka pikir) dalam mengambil suatu putusan pembelajaran, pisau pemilah dalam pemecahan masalah, dan bahkan sebagai bagian hidup yang integratif. Kritik dan saran perbaikan sangat kami harapkan demi kelengkapan dan penyempurnaan  tugas kelompok ini.










BAB I
PENDAHULUAN

1.1   LATAR BELAKANG 
Beraneka ragam unsur dapat ditemukan dalam tumbuhan, tetapi tidak berarti bahwa seluruh unsur-unsur tersebut dibutuhkan tumbuhan untuk kelangsungan hidupnya. Beberapa unsur yang ditemukan di dalam tubuh tumbuhan malah dapat mengganggu metabolisme atau meracuni tumbuhan.
            Diantara unsur-unsur yang mempengaruhi pertumbuhan suatu tanaman, ada suatu hal yang paling penting, yaitu air. Air merupakan unsur utama dalam pertumbuhan tanaman. Tanpa air, tumbuhan tidak akan bisa bertahan hidup. Oleh sebab itu, kami ingin mengetahui dampak macam-macam air terhadap pertumbuhan tanaman.

1.2   RUMUSAN MASALAH
  1. Bagaimana pengaruh air ledeng terhadap pertumbuhan kacang hijau?
  2. Bagaimana pengaruh air teh terhadap pertumbuhan kacang hijau?
  3. Bagaimana pengaruh air cucian beras terhadap pertumbuhan kacang hijau?
  4. Bagaimana pengaruh air sabun terhadap pertumbuhan kacang hijau?
1.3   TUJUAN PRAKTIKUM
Untuk mengetahui pengaruh air ledeng, air teh, air cucian beras, dan air sabun terhadap pertumbuhan kacang hijau








BAB II
KAJIAN TEORI

2.1 KAJIAN TEORI  
Tumbuhan memerlukan cahaya matahari sebagai sumber energi untuk melakukan fotosintesis. Namun, untuk mensintesis bahan organik, tumbuhan juga memerlukan bahan mentah dalam bentuk bahan-bahan anorganik seperti karbondioksida, air dan berbagai mineral yang ada sebagai ion anorganik dalam tanah.
Di samping karbondioksida dan air, tumbuhan masih memerlukan zat-zat lain. Misalnya, untuk pembentukan protein dan asam nukleat tumbuhan memerlukan nitrogen dan fosfor. Magnesium diperlukan untuk pembentukan molekul chlorophyl. Sejumlah unsur lainnya diperlukan oleh setiap tumbuhan. Semua unsur ini diperoleh tumbuhan dari air tanah dalam bentuk kimia larutan senyawa. Oleh karena mineral terus menerus dipakai untuk aktivitas sintesis dalam metabolisme suatu tumbuhan, maka mineral dalam rambut akar konsentrasinya lebih rendah daripada konsentrasi mineral dalam air di sekelilingnya. Oleh sebab itu biasanya mineral masuk ke dalam rambut akar secara difusi.
                Ada dua kriteria utama untuk menentukan esensial atau tidaknya suatu unsur dalam tumbuhan. Pertama, suatu unsur disebut esensial jika tumbuhan tidak mampu menyempurnakan daur hidupnya tanpa unsur tersebut. Kedua, suatu unsur adalah esensial jika unsur tersebut menjadi bagian dari molekul atau kandungan tumbuhan yang esensial bagi tumbuhan  itu.
                 Suatu unsur kimia tertentu dianggap sebagai suatu nutrien esensial jika nutrien tersebut diperlukan agar suatu tumbuhan dapat tumbuh dari suatu biji dan menyelesaikan siklus kehidupannya. Unsur yang diperlukan oelh tumbuhan dalam jumlah yang relatif besar disebut makronutrien. Terdapat sembilan makronutrien, yang meliputi enam unsur penyususn utama senyawa organik : karbon, oksigen, hidrogen, sulfur dan fosfor. Tiga makronutrien lainnya adalah kalium, kalsium dan magnesium. Unsur-unsur yang diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit disebut mikronutrien. Kedelapan mikronutrien tersebut adalah besi, klorida, tembaga, mangan, seng, molibdenum, boron, dan nikel.
                 Disamping unsur esensial ini beberapa spesies membutuhkan unsur lain, selama bertahun- tahun terbukti bahan natrium dibutuhkan paling tidak menguntungkan spesies padang pasir seperti Atriplek vesicaria. Pada tahun 1945 Harmer dan Benne menyusun spesies tumbuhan kedalam beberapa kelompok berdasarkan tanggapannya terhadap natrium yang diberikan bersama kalium, dalam jumlah cukup atau tidak cukup. Jelas dari hasilya bahwa kalium dalam jumlah tertentu dibutuhkan oleh semua spesies, dan tidak dapat digantikan oleh natrium, tapi tidak terbukti bahwa natrium adalah unsur esensial. Peran utamanya adalah menggantikan sebagian kalium yang dibutuhkan untuk pertumbuhan maksimum.
Natrium bukanlah termasuk mikrohara dan bukan juga termasuk unsur esensial, tetapi apabila natrium itu berada dalam jumlah yang sedikit maka dapat dikatakan sebagai unsur esensial bagi tumbuhan. Diketahui bahwa bagian yang paling aktif dalam penyerapan garam bukan bagian rambut akar pada tanaman tersebut melainkan darah perpanjangan sel tepatnya dibagian ujung akar. Dimana agar garam – garam mineral dapat diagkut dengan mudah ke sistem pucuk maka ion diserap oleh akar dari larutan tanah yang mana itu harus melintasi kotek dan xylem dahulu.
Terdapat sejumlah unsur lain yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman, walaupun tidak dapat dikategorikan ke dalam unsur esensial. Unsur ini diketahui berfungsi secara parsial sebagai suatu unsur esensial dalam tanaman dan disebut unsur benefesial. Marscher mengusulkan unsur-unsur yang termasuk dalam kelompok ini antara lain: Na, Si, Co, Ni, Se (selenium), dan Al (aluminium). Sementara itu, Basiouny mengusulkan Vanadium (V).

2.2  HIPOTESIS
                Adanya Pengaruh air ledeng, air beras, air garam, dan air sabunterhadap pertumbuhan kacang hijau.

2.3 VARIABEL
- Bebas                 : Air
- Terkait               : Pertumbuhan Biji Kacang Hijau
- Kontrol              : Cahaya, Suhu, Tanah, dll









BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1 ALAT DAN BAHAN
        ALAT
  • Kacang Hijau
  • Kapas
  • Pot Kecil
  • Mistar Pengukur
BAHAN
  • Kacang Hijau
  • Air ledeng
  • Air teh
  • Air beras
  • Air sabun

3.2  CARA KERJA
1. Siapkan 4 buah pot kecil yang masing-masing telah diisi dengan kapas basah
2. Letakkan biji kacang hijau di atas masing-masing kapas
4. Beri tanda masing-masing pot dengan huruf A, B, C, dan D
5. masing-masing pot di siram satu kali sehari dengan rincian, pot A disiram dengan air ledeng, pot B di siram dengan air teh, pot C di siram dengan air beras, dan pot D di siram dengan air sabun.
6. Lakukan pengamatan selama 7 hari
7. lakukan pengukuran panjang batang tanaman kacang hijau setiap hari





BAB IV
HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

4.1   HASIL PENGAMATAN


4.2   GRAFIK TINGGI TANAMAN






4.3   PEMBAHASAN

      Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakuka terhadap kacang hijau yang disirami dengan berbagai macam jenis air, dapat di ketahui bahwa tiap jenis air yang berbeda, akan berbeda pula pengaruhnya terhadap tumbuhan. Hal ini terlihat jelas pada tinggi batang  yang berbeda-beda tiap jenis airnya.
  1. Air ledeng
Dari hasil pengamatan ini, dapat diketahui bahwa air ledenglah yang sangat baik untuk pertumbuhan kacang hijau. Karena dapat diketahui bahwa air Air (H2O) adalah cairan jernih,tidak berwarna,tidak berasa,tidak berbau yang terdapat dan diperlukan dalam kehidupan manusia,hewan dan tumbuhan,yang secara kimiawi air terbentuk dari Hidrogen dan Oksigen untuk membantu pertumbuhan biji kacang hiaju.

2.      Air beras
Dari hasil percobaan yang dilakukan, terbuktu air beras juga berpengaruh terhadap tumbuhnya biji kacang hijau. Berbeda dari air garam dan air teh, kacang hijau yang di sirami air beras setiap harinya bisa tumbuh walaupun tingginya masih lebih rendah di bandingkan tanaman yang disirami air ledeng. Pertambahan tinggi tanaman pada kacang hiaju  ini di karena air cucian beras mempunyai kandungan karbohidrat yang tinggi. Karbohidrat bisa jadi perantara terbentuknya hormon auksin dan giberelin. Dua jenis bahan yang banyak digunakan dalam zat perangsang tumbuh (ZPT) buatan. Hormon auksin tersebut kemudian dimanfaatkan untuk merangsang pertumbuhan pucuk dan kemunculan tunas baru seperti pertambahan jumlah daun sedangkan giberelin berguna untuk merangsang pertumbuhan  Akar
3.      Air Sabun
Setelah melakukan percobaan diatas, kami dapat menyimpulkan bahwa air sabunjuga menghambat pertumbuhan kacang hijau. Sama seperti air garam, air sabunmengandung senyawa-senyawa kimia yang meresap ke dalam tumbuhan sehingga biji kacang hijau tidak mengalami pertumbuhan. Sabun mengandung Natrium Perborat, pewangi, pelembut, Naturium Silikat, penstabil, enzim, dan zat lainnya agar fungsinya semakin beragam. Tapi diantara zat-zat tersebut ada yang tak bisa dihancurkan/dilarutkan oleh mikroorganisme sehingga otomatis menyebabkan pencemaran lingkungan. Apabila air yang mengandung sabun dibuang ke dalam tanah, maka kualitas kesuburan tanah yang mengakibatkan tanaman serta hidupan tanah termasuk cacing mati. sehingga tanaman yang disirami dengan air kacang hijau pun akan mati.














BAB V
PENUTUP

5.1  KESIMPULAN
  • Semua Makhluk hidup membutuhkan air
  • Suatu kandungan/unsur yang yang berbeda di dalam air, akan berdampak beda pula terhadap pertumbuhan tanaman
  • Suatu unsur disebut esensial jika tumbuhan itu tidak mampu menyempurnakan daur hidupnya tanpa unsur tersebut dan jika unsur tersebut menjadi bagian dari molekul atau kandungan tumbuhan yang esensial bagi tumbuhan  itu.

5.2 SARAN
                Berdasarkan pengalaman dari percobaan yang kami lakukan, bahwa hendaknya kita tidak sembarangan dalam memberikan air kepada tanaman-tanaman, karena tanaman pun sama halnya seperti manusia yang akan keracunan bila di beri sembarang makanan. Maka dari itu marilah kita saling menjaga baik sesama manusia maupun sesame makhluk hidup












DAFTAR PUSTAKA

Campbell, NA., Reece, JB., Mitchell, LG., 2002. Biologi jilid II edisi ke lima. Erlanga. Jakarta
Firdaus L.N., Sri Wulandari, Yusnida Bey. 2006. Fisiologi Tumbuhan. Pusat Pengembangan Pendidikan Universitas Riau. Pekanbaru.
Loveless, R.A. 1987. Prinsip-prinsip biologi tumbuhan untuk daerah tropik, Gramedia Jakarta
Salisbury, FB., Ross, CW., 1995 . Fisiologi Tumbuhan Jilid 1. Penerbit ITB. Bandung
Soemarwoto, I., Gandjar, I., Guharja, E., Nasution, AH., Soemartono, SS., Soemadikarta, LK., 1981. Biologi Umum II. Gramedia. Jakarta

1 komentar: